- Salah satu kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli barang jadi & menjualnya kembali pada para konsumen. Sesuai prinsip penandingannya, laba bersih perusahaan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk memperoleh pendapatan dari penjualan pada periode yag bersangkutan.Biaya-biaya tersebut meliputi harga pokok (cost), barang yang terjual (HPP), dan biaya-biaya operasi yang terjadi selama periode yang bersangkutan.
- Untuk dapat memahami cara menentukan HPP pada suatu periode, kita harus tahu dulu pengertian persediaan barang dagangan dan harga pokok pembelian bersih yang akan diterangakn dalam uraian berikut
06.07 |
Category: |
Manfaat potongan tunai penjualan untuk penjual adalah:
- kas akan segera diterima, sehingga bisa segera digunakan kembali tanpa harus menunggu sampai akhir periode kredit.
- jumlah rupiah yang tertanam dalam piutang akan menurun.
- resiko kerugian karena piutang tidak dapat ditagih dapat berkurang.
rekening potongan tunai penjualan dan retur penjualan merupakan rekening lawan (pengurang) atas rekening pendapatan (penjualan). Dan oleh karena itu akunnya debet. Pada laporan laba/rugi keduanya harus dikurangkan terhadap penjualan kotor sehingga dapat diketahui penjualan bersih untuk periode yang bersangkutan.
05.57 |
Category: |
Jika pembeli tidak memanfaatkan kesempatan mendapat
potongan, maka ia harus membayar penuh sebesar harga faktur bruto. Apabila pembayaran
dilakukan tanggal 13 Oktober 2010 maka jurnalnya:
Okt 13 Kas Rp.
10.000
Piutang
dagang Rp.
10.000
05.49 |
Category: |
Seandainya konsumen melakukan pembelian pada tgl 10 Oktober
2010 seharga Rp. 10.000 dengan syarat 2/10 n/30 pada tanggal 15 Oktober 2010
mengembalikan barang yang rusak seharga Rp. 2.000, maka harga faktur bruto atas
barang yang dibeli yaitu Rp. 8.000. maka
potongan tunai juga didasarkan atas harga Rp. 8.000 jadi 2% x Rp. 8.000= Rp.
160. Apabila pembayaran dilakukan tanggal 19 Oktober 2010 maka jurnalnya:
Okt 19 Kas Rp. 7.840
Pot.
Tunai penjualan Rp. 160
Piutang
dagang Rp.
8.000
05.45 |
Category: |
Pada tanggal 10 Oktober 2005 PT ANUGRAH menjual barang
dagangan kepada seorang pembeli seharga Rp. 10.000,00 secara kredit dengan
syarat 2/10, n/30.
Jurnal transaksi
Okt. 10 Piutang
dagang Rp.
10.000,00
Penjualan Rp.
10.000,00
Syarat penjualan diatas berarti bahwa pembeli akan mendapat
potongan 2% apabila ia melakukan pembayaran tidak melewati 20 Okt 2005, atau
pembeli harus membayar penuh jika pembayarannya dilakukan melewati tanggal 20
Okt 2005 tetapi tidak lewat tanggal 9 Nov 2005. Seandainya pembeli melakukan
pembayaran pada tanggal 19 oktober 2005 (masih dalam periode potongan) maka
jurnal pencatatan penerimaan piutang:
Okt. 19 Kas Rp.
9.800,00
Pot.
Tunai Penj Rp. 200,00
Piutang
Dagang Rp.
10.000,00
19.45 |
Category: |
Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen,
perusahaan dagang biasanya memberikan jaminan-jaminan tertentu. Salah satunya
adalah pemberian kesempatan untuk mengembalikan barang jika barang tidak memuaskan
(barang cacat/rusak dalam pengiriman, atau sebab lain sehingga konsumen tidak
puas). Atau mendapat potongan harga yang disebut potongan penjualan. Dan itu
dapat dicatat dengan jurnal berikut:
Retur dan potongan penjualan xxx
Piutang
dagang xxx
Rekening retur penjualan selalu didebet bila terjadi
pengembalian barang oleh konsumen. Rekening yang harus dikredit untuk mencatat
transaksi retur penjualan, tergantung apakah konsumen mendapat pengembalian
uang atau pengurangan rekeningnya. Dalam jurnal diatas, dimisalkan bahwa
konsumen mendapat penguranga atas rekeningnya. Akan tetapi, jika seandainya
perusahaan memberikan pengembalian yuang kepada konsumen, maka jurnalnya:
Retur
dan potongan penjualan xxx
Kas xxx
21.38 |
Category: |