- Salah satu kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli barang jadi & menjualnya kembali pada para konsumen. Sesuai prinsip penandingannya, laba bersih perusahaan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk memperoleh pendapatan dari penjualan pada periode yag bersangkutan.Biaya-biaya tersebut meliputi harga pokok (cost), barang yang terjual (HPP), dan biaya-biaya operasi yang terjadi selama periode yang bersangkutan.
- Untuk dapat memahami cara menentukan HPP pada suatu periode, kita harus tahu dulu pengertian persediaan barang dagangan dan harga pokok pembelian bersih yang akan diterangakn dalam uraian berikut
Manfaat potongan tunai penjualan untuk penjual adalah:
  1. kas akan segera diterima, sehingga bisa segera digunakan kembali tanpa harus menunggu sampai akhir periode kredit.
  2. jumlah rupiah yang tertanam dalam piutang akan menurun.
  3. resiko kerugian karena piutang tidak dapat ditagih dapat berkurang.
rekening potongan tunai penjualan dan retur penjualan merupakan rekening lawan (pengurang) atas rekening pendapatan (penjualan). Dan oleh karena itu akunnya debet. Pada laporan laba/rugi keduanya harus dikurangkan terhadap penjualan kotor sehingga dapat diketahui penjualan bersih untuk periode yang bersangkutan.
Jika pembeli tidak memanfaatkan kesempatan mendapat potongan, maka ia harus membayar penuh sebesar harga faktur bruto. Apabila pembayaran dilakukan tanggal 13 Oktober 2010 maka jurnalnya:

Okt 13                   Kas                                         Rp. 10.000

                                                Piutang dagang                                 Rp. 10.000

Apabila penjualan dilakukan secara kredit, maka syarat pembayaran diwaktu yang akan datang harus jelas dan dicantumkan dalam faktur penjualan, sehingga kedua belah pihak mengerti berapa jumlah yang harus dibayar dan kapan pembayaran harus dilakukan. Syarat-syarat penjualan dinyatakang dalam symbol:
  1. n/30(net singkatan dari netto), yang artinya keseluruhan harga faktur harus dibayar dalam waktu 30 hari sesudah tanggal faktur.
  2. n,10/EOM (EOM artinya end of month atau akhir bulan), yang artinya faktur harus dibayar 10 hari sesudah akhir bulan, dihitung dari bulan yang tertulis dalam faktur.
Apabila jangka waktu kredit yang diberikan cukup panjang, perusahaan biasanya menawarkan potongan tunai untuk merangsang agar pembeli mau membayar secepatnya. Misalnya:
  1. 2/10, n/30 berarti
    1. Pembeli mendapat potongan 2% dari harga faktur bruto, jika pembayarannya dilakukan dalam waktu 10 hari sesudah tanggal faktur.
    2. Menunda dan membayar penuh seluruh harga faktur bruto pada setiap waktu yang dikehendaki sesudah lewat 10 hari, tetapi tidak melewati 30 hari.
  2. 2/EOM, n/60 berarti:
    1. Pembeli dimungkinkan mendapat potongan 2% dari harga faktur bruto, jiak ia membayar tidak melewati akhir bulan.
    2. menunda dan membayar penuh seluruh harga faktur bruto pada setiap waktu yang dikehendaki setelah lewat akhir bulan, akan tetapi tidak lebih dari 60 hari sejak tanggal faktur.
Seandainya konsumen melakukan pembelian pada tgl 10 Oktober 2010 seharga Rp. 10.000 dengan syarat 2/10 n/30 pada tanggal 15 Oktober 2010 mengembalikan barang yang rusak seharga Rp. 2.000, maka harga faktur bruto atas barang yang dibeli  yaitu Rp. 8.000. maka potongan tunai juga didasarkan atas harga Rp. 8.000 jadi 2% x Rp. 8.000= Rp. 160. Apabila pembayaran dilakukan tanggal 19 Oktober 2010 maka jurnalnya:
Okt 19                   Kas                                         Rp. 7.840
                             Pot. Tunai penjualan                 Rp.     160
                                                Piutang dagang                                 Rp. 8.000


Pada tanggal 10 Oktober 2005 PT ANUGRAH menjual barang dagangan kepada seorang pembeli seharga Rp. 10.000,00 secara kredit dengan syarat 2/10, n/30.
Jurnal transaksi
Okt. 10                Piutang dagang                                 Rp. 10.000,00
                                      Penjualan                                                            Rp. 10.000,00
Syarat penjualan diatas berarti bahwa pembeli akan mendapat potongan 2% apabila ia melakukan pembayaran tidak melewati 20 Okt 2005, atau pembeli harus membayar penuh jika pembayarannya dilakukan melewati tanggal 20 Okt 2005 tetapi tidak lewat tanggal 9 Nov 2005. Seandainya pembeli melakukan pembayaran pada tanggal 19 oktober 2005 (masih dalam periode potongan) maka jurnal pencatatan penerimaan piutang:
Okt. 19                 Kas                                                         Rp. 9.800,00
                             Pot. Tunai Penj                                        Rp.     200,00
                                            Piutang Dagang                                                 Rp. 10.000,00

Untuk memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, perusahaan dagang biasanya memberikan jaminan-jaminan tertentu. Salah satunya adalah pemberian kesempatan untuk mengembalikan barang jika barang tidak memuaskan (barang cacat/rusak dalam pengiriman, atau sebab lain sehingga konsumen tidak puas). Atau mendapat potongan harga yang disebut potongan penjualan. Dan itu dapat dicatat dengan jurnal berikut:
                Retur dan potongan penjualan                  xxx
                                Piutang dagang                                                 xxx
Rekening retur penjualan selalu didebet bila terjadi pengembalian barang oleh konsumen. Rekening yang harus dikredit untuk mencatat transaksi retur penjualan, tergantung apakah konsumen mendapat pengembalian uang atau pengurangan rekeningnya. Dalam jurnal diatas, dimisalkan bahwa konsumen mendapat penguranga atas rekeningnya. Akan tetapi, jika seandainya perusahaan memberikan pengembalian yuang kepada konsumen, maka jurnalnya:
                                Retur dan potongan penjualan                  xxx
                                                Kas                                                                         xxx